
MURATARA , SMSI — Kepolisian Resor Musi Rawas Utara melalui Satuan Reserse Narkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan dengan mengungkap kasus peredaran sabu di Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas.
Terduga pelaku berinisial S (43) berhasil diamankan saat melakukan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Jumat, (24/4/2026), sekitar pukul 01.00 WIB.
Dalam penangkapan tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa 41 paket sabu siap edar dengan berat bruto 6,42 gram. Selain itu, turut diamankan satu unit timbangan digital, tiga buah korek api, satu toples plastik, serta dua lembar tisu yang digunakan untuk membungkus narkotika tersebut. Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka juga menunjukkan hasil positif narkotika.
Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang reNnsah terhadap aktivitas transaksi narkotika di Muara Kulam, Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polres Muratara segera melakukan penyelidikan dan bergerak ke lokasi.
Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Tidak ada toleransi bagi para pelaku, dan kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegas Kapolres.
Kasat Resnarkoba Polres Musi Rawas Utara Iptu Marhan Saputra, S.H., menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan respons cepat atas informasi masyarakat serta bagian dari upaya berkelanjutan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke tingkat desa.
“Kami bergerak cepat berdasarkan informasi yang diterima. Penangkapan ini diharapkan dapat menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Musi Rawas Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga tengah melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pemasok yang diduga berada di balik peredaran tersebut.(Tim/David).
