
Banyuasin, SMSI.Dalam rangka menjalankan tugas jurnalistiknya wartawan,menjumpai sekolahan
yang memulangkan siswa siswinya terlalu pagi pukul 09.00 wib.
Ketika wartawan datang di sekolahan SDN 15 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan tersebut,sampai di depan pintu gerbang Sudah mau di tutup oleh kedua orang guru di sekolah itu.
Waktu di tanya oleh wartawan guru tersebut jawabnya sekolahan sudah tutup pak,tidakmenerima tamu, semua siswa dan guru sudah pada pulang semua.
Tanya wartawan kepada guru itu,kenapa masih pagi siswa siswi sudah di pulangkan?
Ada acara pengajian di Desa pak,jawab guru yang tidak maudi sebut namanya itu kepada wartawan.
Pada tgl.6 April 2026 wartawan bertemu dengan kepala sekolah SDN 15 MUARA Sugihan,bernama Didik di kantor Korwil kecamatan Muarasugihandan mengkonfirmasi terkait kejadian di SDN 15 pada tanggal 2 April,guru memulangkan siswa siswi yang masih pagi pukul 09.00 wib itu apa ada perintah dari kepala sekolah.
Jawab Didik selaku kepala sekolah SDN 15,tidak memerintahkan guru untuk memulangkan siswaya terlalu pagi,hanya saja para guru menghadiri acara pengajian di Desa Argomulyo,sehingga guru memutuskan menyuruh pulang siswa masih pagi Pukul 09.00wib. Begitu ujar Didik mejawab pertanyaan wartawan.
Pada saat itu juga wartawan mengkonfir Masi ketua Korwil Muara Sugihan bernama Supama.
Apa pendapat supama tentang guru yang menyuruh pulang siswa terlalu pagi tersebut? Tanya wartawan kepada Supama.
Supama menjawab tegas,karna saya baru lima hari menjabat pimpinan Korwil di Muara sugihan ini maka masih banyak yang belum saya ketahui apa saja kekurangan di Muara Sugihan ini, yang pasti untuk kejadian di SDN 15 akan saya tegaskan jika ada sesuatu hal yang menyebabkan guru harus pulang pagi karna ada kepentingan,tapi tidak boleh mengosongkan sekolahan harus ada yang stan bay di sekolahan sedikitnya 2 orang ujar supama menjawab pertanyaan wartawan.
Supamamenam ahkan bahwa,dirinya sebelum menjabat pimpinanan Korwil di Muara Sugihan,dia menjabat pimpinan Korwil di Kecamata Sungsang kabupaten Banyuasin.

Seorang Pemuda Pancasila tak mau di sebut namanya,yang menyaksikan kejadian guru memulangkan siswa terlalu pagi itu, adalah bentuk nyata guru pemalas yang tidak menyadari bahwa tindakan Guru itu merugikan siswa karna siswa siswi tidak mendapatkan pendidikan di saat jam belajar.
Selainitu uajrnyalagi Guru kurang menyadari kalau dia mengajar itu di gaji oleh Negara menggunakan uang rakyat yang di kelola oleh Negara.
Untuk itu kepada pihak yang berkompeten agar kiranya mau menerima teguran keras kepada Para guru yang di dapati malas kerja,ujar anggota pemuda Pancasila kepada Wartawan di saat itu.(Sugi).
