Insiden ambruknya plafon di RSUD dr Sobirin Muara Beliti Musirawas Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.20 WIB bukan sekadar peristiwa teknis,

Uncategorized

KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN,,Kejadian ini menjadi alarm keras atas dugaan lemahnya pengawasan dan potensi kelalaian dalam pengelolaan fasilitas publik yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Rumah sakit yang seharusnya menjadi ruang aman justru memperlihatkan sisi rapuhnya. Dugaan awal mengarah pada kualitas material atau pengerjaan yang tidak memenuhi standar. Jika benar, maka persoalan ini melampaui sekadar kerusakan fisik—melainkan menyentuh aspek tanggung jawab dan integritas dalam pembangunan fasilitas kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang transparan terkait kronologi lengkap maupun potensi korban. Kekosongan informasi dari pihak berwenang justru memicu spekulasi publik dan mempertanyakan komitmen keterbukaan dalam pengelolaan layanan kesehatan.

Pantauan awak media pada Minggu (5/4/2026), kerusakan plafon masih menjadi sorotan warga. Dokumentasi yang beredar di media sosial menunjukkan bagian bangunan yang runtuh cukup signifikan—memperkuat dugaan bahwa insiden ini tidak bisa semata-mata disederhanakan sebagai faktor cuaca atau usia bangunan.

Ketua Umum Forum Pemuda Musi Rawas, Ahmad Tarsusi, menilai peristiwa tersebut terjadi di bagian luar bangunan dan dipicu hujan deras disertai angin kencang. Ia memastikan tidak ada korban dalam kejadian itu.

“Memang terjadi di bagian luar rumah sakit, bukan di ruang pasien, dan kerusakannya tidak terlalu parah. Pihak rumah sakit dan dinas kesehatan juga telah menyatakan akan segera melakukan perbaikan,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan insiden ini tidak boleh dianggap sepele. “Ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit. Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan, mulai dari proses pengadaan, pengawasan proyek, hingga tanggung jawab pihak terkait,” tegasnya.

Sorotan publik kini mengarah pada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk segera mengambil langkah tegas dan terbuka. Tanpa transparansi dan akuntabilitas, kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik berpotensi terus tergerus.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPRCK, Okta, melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons.

Insiden ini tidak boleh berhenti sebagai berita sesaat. Publik berhak mengetahui penyebab pasti dan jaminan keselamatan ke depan. Jika tidak, runtuhnya plafon ini bisa menjadi simbol runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik, pungkasnya Erwin pimpinan perusahaan SMSI SIBER MEDIA SUMATERA INDONESIAN COM,, LUBUKLINGGAU MUSI RAWAS UTARA,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *