
Merangin-Jambi
SMSI_Kabar menghebohkan mencuat di tengah masyarakat Desa Merangin terkait seorang siswi kelas VIII di salah satu SMP Negeri di wilayah tersebut.
Siswi yang diketahui sebut saja Bunga menjadi perbincangan hangat setelah diduga digerebek oleh warga bersama Ketua RT di kediamannya pada malam keempat Hari Raya Idulfitri lalu sekitar pukul 03.00 Wib dini hari.
Informasi ini mulai ramai diperbincangkan saat para siswa kembali masuk sekolah usai libur panjang Lebaran idul fitri 1447 H Sejumlah pelajar menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat Bunga (14) diduga sedang bersama seorang pemuda di rumahnya.
Perbincangan mengenai kejadian itu pun meluas dengan cepat di kalangan masyarakat mengingat orang tua Bunga merupakan seorang Kepala Desa dan Ibunya seorang tenaga pendidik disekolah dimana tempat anaknya Bunga menimba ilmu.
Hal tersebut membuat warga Merangin dan sekitarnya mempertanyakan pengawasan orang tua terhadap anak tersebut,mengingat Bunga merupakan anak dari seorang kepala desa, sementara ibunya diketahui berprofesi sebagai guru di sekolah yang sama.
“Bagaimana bisa anak seorang tokoh masyarakat dan guru sampai terjadi hal seperti ini? Apakah orang tuanya tidak mengetahui aktivitas anaknya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun aparat setempat terkait kebenaran dan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Masyarakat berharap agar informasi yang beredar dapat segera diklarifikasi guna menghindari kesalahpahaman dan menjaga kondusivitas lingkungan,imbuhnya.”
Kendati demikian awak media ini terus melakukan berbagai cara menghubungi melalui jejaring sosial WhatsApp,mendatangi kantor Desa,hingga mendatangi rumahnya namun masih menemui jalan buntu dan yang lebih ironi malah WhatsApp sang Kepala Desa pun tidak aktif,hal ini membuat spekulasi bahwa Kades ini bungkam sehingga menyulitkan media untuk mendapatkan informasi resmi dan valid guna menyajikan berita yang baik dan berimbang.( tim )
